Kamis, 25 Juni 2009

Pengusaha Taiwan Kagumi Jamur Tiram dan Kopi Humbang Hasundutan

Pengusaha Taiwan Kagumi Jamur Tiram dan Kopi Humbang Hasundutan

Doloksanggul (SIB)
Pengusaha dari Transworld Institut of Technology Taiwan Prof Billy SC Wu Phd bersama rombongan berkunjung ke Kabupaten Humbang Hasundutan untuk mengetahui dan melakukan penelitian sumber daya alam, Kamis (19/7). Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, rombongan dijamu Bupati Humbahas Maddin Sihombing dan memaparkan kondisi Kabupaten Humbang Hasundutan yang baru berumur 4 tahun setelah dimekarkan dari Kabupaten Taput.
Disebutkan, walaupun demikian potensi sumber daya alam Humbahas sangat menjanjikan apabila diolah dengan baik. Bahkan Maddin Sihombing memperkenalkan jamur tiram yang saat ini tumbuh segar di Kecamatan Onanganjang Humbahas yang sudah menembus pasar di kota-kota besar seperti di Plaza Carrefure Medan.
Prof Billy didampingi pengusaha jamur tiram dari Taiwan Mr Cion Yong Mao menjelaskan bahwa kunjungannya ke “Bona Pasogit” untuk menjalin kerjasama pengelolaan potens

i daerah dari Humbahas termasuk memajukan sektor pendidikan. Hubungan dagang hasil-hasil pertanian secara bilateral juga dibahas. Usai pertemuan, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan penanaman jamur tiram di Kecamatan Onanganjang termasuk kebun kemenyan dan peninjauan kopi di Lintongnihuta.
Begitu Prof Billy memperhatikan jamur tiram, tampak merasa kagum karena tanaman langka di Humbahas itu tumbuh dengan subur.
Dikatakan, jamur tiram asal Humbahas akan dibawa dan diteliti apakah pertumbuhannya cocok atau tidak di Taiwan. Karena Taiwan merupakan salah satu negara penghasil jamur di dunia. “Apabila nantinya, jamur tiram cocok ditanami di Taiwan maka akan dilaksanakan kerjasama di bidang pertanian dan industri antara Taiwan dengan Humbahas. Apabila terwujud, maka sistem tehnologi modern dapat dikembangkan di Humbang Hasundutan,” sebutnya.
Dalam kunjungannya ke Lintongnihuta, rombongan sangat kagum melihat pertumbuhan kopi asal Lintongnihuta yang sudah terkenal di luar negeri.
Turut mendampingi rombongan, Sekda M Silalahi, Asisten II Drs Usman Sihotang, Kadis Pertanian Ir Batahan Pangaribuan, Kepala Bappeda Ir Parlaungan Lumbantoruan, staf ahli pembudidayaan jamur tiram Siharma Sitinjak SPt dan lainnya.

Pengusaha Taiwan Ada Apa Dibalik Itu

Sebagai masukan kepada Pemda Kab. Humbang Hasundutan, supaya jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan melakukan kerjasama. Semua harus dipikirkan secara matang dan perlu dilakukan kajian khusus untuk hal ini, karena menyangkut kerjasama antar negara cq. Pemda Kab. Humbahas. Mari kita bersama-sama memikirkannya jangan sampai kita kecolongan potensi sumberdaya alam yang ada di Bonapasogit dari pihak luar, karena adanya tawaran yang mungkin menarik. Kalau mereka sudah mencoba membawa sampel ke negaranya berarti ada apa dibalik itu. Hal inilah yang perlu ekstra hati-hati dan waspada kepada semua masyarakat Kab. Humbahas khususnya Pemda. Tapi kalau pemasaran hasil Jarum Tiram ke Taiwan it's oke. Karena kita ketahui bahwa SDM di Indonesia juga sudah mampu melakukan penelitian teknologi budidaya tanaman apa saja dan justru saat ini sudah ada yang melakukan penelitian tentang obat-obatan. Jadi kalaupun nanti ada kesepakatan untuk melangkah ke pembuatan Perjanjian Kerjasama, pihak Pemda harus secara eksplisit tertuang didalamnya dan semuanya dengan jelas supaya nanti di kemudian hari tidak terjadi penyesalan.

Salam

ANDI RIDER community

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda


saran anda